cubit salma

November 23, 09

Salma maapin mimi..tadi mimi cubit salma..maapin yaa..beneran deh..Insya Allah..mimi ga akan ulangi lagi…

maapin mimi..

Ya allah..bimbing aku agar selalu sabar…dlm mendidik anak2ku…AMIN

mimi menyesal….23 Nov 09


PUISI NEGERI PARA BEDEBAH

November 18, 09

oleh: Adhie M Massardi

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah

Lautnya pernah dibelah tongkat Musa

Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah

Dari langit burung-burung kondor

menjatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?

Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah

Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah

Atau menjadi kuli di negeri orang

Yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah

Orang baik dan bersih dianggap salah

Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan

Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah

Karena hanya penguasa yang boleh marah

Sedangkan rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah

Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah

Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum

Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila melihat negeri dikuasai para bedebah

Usirlah mereka dengan revolusi

Bila tak mampu dengan revolusi, dengan demonstrasi

Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi

Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan ! (rz)


AL HIKAM : IBN ATHA’ILLAH

November 17, 09

Terlambatnya datangnya pemberian Allah, walaupun sudah dimohonkan berulang-ulang, janganlah membuatmu patah harapan.

Karena Allah telah menjamin untuk mengabulkan permintaanmu sesuai dengan apa yang Dia pilihkan untukmu, bukan menurut keinginan engkau sendiri

Juga dalam waktu yang Dia pilihkan untukmu, bukan waktu yang engkau inginkan.


AL HIKAM : IBN ATHA’ILLAH

November 17, 09

Istirahatkanlah dirimu dari melakukan tadbir (mengatur urusan duniawi) dg susah payah, Karena sesuatu telah diurus untukmu oleh selain dirimu (sudah diurus oleh Allah), tidak perlu engkau turut mengurusnya

TAK PERLU IKUTAN MENGATUR SEMUA URUSAN

Banyak orang yang kurang tepat bahkan keliru dalam menafsirkan mutiara hikmah ini…….hingga memunculkan gambaran negatif yang justru menjadikan mereka…..THIYARAH……PESIMIS…..dal

am menjalani hidup dan kehidupan ini……maksud dari…..TAK PERLU IKUTAN MENGATUR SEMUA URUSAN……adalah….Janganlah engkau sibukkan dirimu dengan segala urusan duniamu……dan janganlah engkau takut akan urusan duniamu……jangan takut tidak bisa makan……jangan takut kehilangan pekerjaan…….jangan takut hidup miskin……JANGAN TAKUT AKAN DUNIA……karena apabila dirimu takut kepada dunia……maka…… DUNIA AKAN LEBIH MENAKUT – NAKUTIMU……DUNIA AKAN LEBIH MEMBUATMU PUSING…….DUNIA AKAN MENGATURMU…….

TAKUTLAH HANYA KEPADA ALLAH…….dengan memenuhi seluruh yang menjadi……HAK ALLAH…..maka Allah pasti memenuhi janji Nya……MEMENUHI HAK HAMBA NYA…….Sejatinya seluruh makhluq termasuk dunia…….takut kepada Allah……sehingga apabila dirimu takut kepada Allah…….maka seluruh makhluq……termasuk dunia……AKAN TAKUT DAN TUNDUK KEPADA DIRIMU……inilah yang dimaksudkan bahwa……segala sesuatu sudah diurus untukmu……sudah diurus oleh Allah…….

ALLAH AKAN MENGATURNYA……DAN MEMBERIKAN HAK HAMBA NYA……SESUAI DENGAN KADAR PEMENUHAN HAK HAMBA KEPADA NYA……..Semakin baik dalam pemenuhan hamba terhadap Hak Allah……maka semakin besar kemudahan yang dibentangkan oleh Allah dihadapan hamba Nya…….Sebaliknya semakin sedikit pemenuhan hamba terhadap Hak Allah……maka semakin sedikit kemudahan yang diberikan kepada hamba Nya……jadi banyak urusan menjadi sulit…….satu selesai…..datang masalah berikutnya……sehingga hamba menjadi semakin pusing dan kusut dibuatnya……


Seharusnya ini bulan kami

Oktober 29, 09

Ini bulan kami..bulan Oktober..
bulan dimana 7 th lalu..kami berjanji…
kami bersumpah dengan nama illahi robbi…
disaksikan keluarga,teman dan saudara

Ini bulan kami…bulan pernikahan kami
harusnya kami bercinta kasih disini…
saling mengingat.masa2 awal pernikahan..
saling introspeksi menyadari kekurangan…
saling mengingatkan agar menjadi pribadi yang lebih baik…

ini bulan kami..bulan kau dan aku..
bulan tahun ke 7 pernikahan kami.

tapi di bulan ini…
ada airmata…ada teriakan..ada hentakan…
ada emosi….ada dendam.mungkin
ada wajah ketakutan…kebingungan
wajah anak kecil amanah ilahi…

ini bulan kami…bulan percintaan kami..
di bulan ini lah kami saling mengenal
saling menyelami..satu sama lain…
polos…tanpa halangan..tanpa hambatan…dan HALAL….

Tapi di bulan ini pula..kami menodainya..
dengan saling berdiam diri..
saling tutup mulut…gencatan dilaksanakan..
sumpah serapah dikeluarkan..amarah dilepaskan..

Malu diri ini yaa Allah..
berdosa hambamu ini …

Ini bulan kami….
seharusnya bulan ini penuh cinta..
seharusnya bulan ini penuh bintang…
ceria, bersinar,..romantis

Seharusnya bulan ini..membuat kami tunduk,sujud, kepada Mu yaa Allah..
Bersyukur..akan nikmat pernikahan yang tak pernah ada habisnya….
Bersyukur atas anugerah gadis kecil cantik pelipur lara….
Bersyukur atas kesempatan masih bisa bersama ..berkumpul…

Ya Allah…ampuni kami…

Mimi, 29 Oktober 2009


UNTUK APA PULANG

Oktober 27, 09

Untuk apa pulang..

Jika tak di pedulikan..

Jika tak di sapa…tak di tegur…

Untuk apa pulang

Jika di biarkan…

Jika didiamkan..

Untuk apa pulang jika tak ada sapa untuk ku..

tak ada senyum…

tak ada sapaan ramah…”bgm pekerjaan mu hari ini …sayang..”

Untuk apa pulang…

Jika hanya diam..sepi….mulut terkunci

Untuk apa pulang..jika tak di tunggu..tak dikangeni…

Untuk apa pulang…

Jika sikapmu masih seperti itu..

tak menghiraukanku..mengacuhkanku…

Seolah aku ini tak ada..seolah aku ini  bukan siapa2…

Untuk apa pulang ..jika tak diharapkan…

Untuk apa pulang..jika sikapmu masih seperti itu..!!!!

Mimi,…27 Okt 09


PUISI RENDRA

Oktober 22, 09

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
Bahwa sesungguhnya ini hanya titipan
Bahwa mobilku hanya titipan Nya, bahwa rumahku hanya titipan Nya,
Bahwa hartaku hanya titipan Nya
Tetapi, mengapa aku tidak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?

Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yg bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali olehNya?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja yang melukiskan bahwa itu adalah derita

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yg cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta, lebih banyak mobil, lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan.

Seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
“aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku” dan
menolak keputusan Nya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk
beribadah…
“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

WS Rendra


MEMBANGUN KELUARGA – VISI 4

Oktober 6, 09

RUMAH TANGGA SEBAGAI PUSAT KEMULIAAN

Sebaik-baik di antara manusia adalah manusia yg paling banyak manfaaatnya. Maka demikian pula, sebaik-baik di antara keluarga adalah keluarga yg paling banyak manfaatnya.

Oleh karena itu, bulatkan tekad mulai saat ini, pastikan kita jadikan rumah tangga ini benar2 bagai cahaya matahari. Ia menerangi kegelapan, menumbuhkan bibit2, menyegarkan yg layu, selalu dinanti cahayanya, dan membuat gembira yg terkena tebaran cahayanya.

Kini, kita telah reguk kebahagiaan. Adalah zalim jikalau kebahagiaan ini tdk mjd kemuliaan bagi kedua orangtua kita.

Oleh karenanya, berjuanglah sekuatnya agar rumah tangga ini mjd kebanggaan bagi ibu-bapak kita. Agar rumah tangga ini menurunkan keturunan yg dpt mengangkat derajat orang tua kita.

Jadikan juga rumah tangga kita rumah tangga yg anggota keluarganya shaleh, yg doanya bisa mjd cahaya bagi kubur dan mjd syafaat di akhirat kelak.

Hati2, jangan biarkan rumah tangga kita mjd beban pikiran, beban perasaan atau mencoreng aib kedua orang tua kita. Na’udzubillahi min dzaliq.

Pastikan pula rumah tangga kita ini mjd rumah tangga yg mjd cahaya kebahagiaan, khususnya kpd  ORANGTUA  KITA.

Sembilan bulan kita menghisap darahnya di dlm perut. Keluar kita  ke dunia bersimbah darah berkuah air mata. Dua tahun kita hisap air susunya. Puluhan tahun sampai saat ini kita hisap tenaga, keringat, air mata mereka. Mereka sampai rela berkorban nyawa mempertaruhkan hidupnya hanya untuk kita.

Termasuk di antara bakti kita kpd orangtua ialah bersungguh-sungguh mendidik keturunan kita, menjadikan mereka orang2 yg mulia, sehingga doainya bisa sampai, insya Allah pd kita2 ini.

Keluarga kita pun harus mjd contoh kebaikan bagi keluarga lain dan kerabat kita. Kita harus mjd contoh, shg tiada yg diucapkan ttg keluarga kita selain kebaikan, tiada yg ditiru selain kemuliaan, tiada yg diperbincangkan selain kehormatan. Subhanallah.

Selalu jadikan rumah tangga kita mjd contoh. Kalau kita belum bisa membagikan harta, kalau kita belum bisa membagikan kekayaan, maka bagikanlah contoh kebaikan dr rumah tangga kita. Sehingga setiap org yg habis bertamu ke rumah kita mendptkan ilmu, mendptkan wawasan, ttg bgm berumahtangga yg baik.

Tekadkan pula, agar rumah tangga kita bisa mjd jalan terkenyangkannya org2 yg lapar sebanyak-banyaknya, Bisa mjd jalan berpakaiannya org tak berbaju. Mjd tempat berteduh orang2 yg kepanasan dan kehujanan. Mjd tempat penyejuk bagi orang yg hidup dalam kegersangan.

Oleh karena itu, carilah nafkah sebanyak-banyaknya. Carilah rezeki sebanyak-banyaknya, dan tekadkanlah agar rezeki itu bertebaran dimana2. Rezeki, syariatnya dari kita, hakikatnya dari Allah.

Alangkah beruntungnya jikalau rumah tangga kita hidup bersahaja. Karena dr sana begitu banyak orang2 yg akan merasa tercukupi, yg merasa terpenuhi, hutang2 akan terlunasi. Allahu Akbar !

Cari terus dunia, agar kita bisa mjd jalan kemuliaan bagi makhluk2 Allah yg lain.

Selanjutnya, milikilah kedudukan yg setinggi-tingginya agar kita bisa mengakkan yg haq memberantas yg batil. Miliki pula kekuatan sekuat-kuatnya agar kita bis amjd jalan perlindungan Allah bagi orang2 yg lemah.

Jadikanlah diri kita mjd jln limpahan karunia Allah yg menyebar kpd makhlukNya. kalau kita mau menjalani ini dengan iklas, kita akan dpt hidup bersahaja dg melimpahnya karunia Allah kepda makhluk2Nya lewat diri kita.

Itulah sebaik-baik manusia, itulah sebaik-baik keluarga.

Percayalah, kita tidak akan terjamin dengan harta yang kita kumpulkan. Tapi kita akan terjamin dengan amal saleh yang kita lakukan, insya Allah. Kita tidak akan terjamin dengan orang-orang yang menjaga di sekitar kita tetapi kita akan terjamin jikalau kita lebih mampu menjaga banyak orang. Semakin banyak kita menolong, semakin banyak kita ditolong oleh Allah. Semakin kita malapangkan urusan orang, semakin urusan kiat dilapangkan oleh Allah.

Memang tidak ada yang pernah tertukar. Seseorang tidak mendapatkan dari apa yang diharapkan, tapi orang akan mendapatkan lebih banyak dari kebaikan yang bisa ia lakukan. “Fa man ya mal mitsqala dzarratin khayran yarah, wa man ya mal mitsqala dzarratin syarran yarah” (QS al-Zalzalah [99]: 7-8). Barang siapa yang mengerjakan  kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia aakn melihat (balasan)nya. Dan barang siapayang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan (melihat)nya pula.

Semoga Allah yang Maha Menatap dan Memperhatikan menggolongkan rumah tangga kita ini menjadi rumah tangga yang penuh barokah, rumah tangga yang menjadi jalan kemuliaan di dunia dan jalan kesejahteraan di akhirat.

Amiin ya Allah ya rabbal’ aalamiin.


MEMBANGUN KELUARGA – visi 3

Oktober 5, 09

RUMAH TANGGA SEBAGAI PUSAT NASIHAT

Kita harus tahu persis bahwa semakin hari semakin banyak yang harus kita lakukan. Untuk itulah kita butuh orang lain agar bisa melengkapi kekurangan kita guna memperbaiki kesalahan kita. “Wataaw shawbil haqqi wa tawa shawbish shabr” (QS.Al-Ashr:3)…inilah rahasia yang sangat penting.

Rumah tangga yg akan bahagia itu adalah rumah tangga yg dg sadar menjadikan kekayaannya saling menasihati, saling memperbaiki, serta saling mengoreksi dalam kebenaran dan kesabaran.

Suami yg paling baik ialah suami yg paling sanggup berkata pada istrinya, “Duhai istriku, saya hanyalah seorang manusia yg sedang belajar menemukan jalan hidup. Mungkin ada kelebihan karunia Allah yang harus kita syukuri, tapi pasti banyak kekurangan yg mungkin dg kehadiranmu saya akan lebih baik. Duhai istriku, jikalau engkau mencintaiku, ingin menjadikan diriku pewaris surga, terus koreksilah suamimu ini agar bisa menjadi suami yg baik, agar bisa mjd suami yang semakin bertanggung jawab,”

Pada saat yang sama istrinya pun mengatakan, “Wahai suamiku, saya rindu menjadi istri yang mulia dalam pandangan Allah, teruslah koreksi dan nasihati saya,”

Begitupun kalau kita punya anak-anak, “Wahai anak2, bapak-ibu khawatir kelak dituntut oleh kalian di akhirat hanya karena tidak sanggup mendidik. Maka bantulah bapak bisa memperbaiki diri mjd seorang ayah yg benar. Mjd seorang ayah yg bertanggungjawab dan juga mjd seorang ibu yg arif dan bijak.”

Apabila sebuah rumah tangga mulai saling menasihati maka rumah tangga akan bagaikan cermin, akan  membuat anggota keluarganya berpenampilan lebih baik, dan lebih baik lagi.

Karena tidak pernah ada koreksi yg paling aman selain koreksi dari keluarga kita, karena dia adalah darah daging kita sendiri.

Rumah tangga yg barokah itu dicirikan oleh rumah tangga yang selalu merasakan nikmat dan ringan dalam saling menasihati dg tulus agar semakin hari semua anggotanya semakin mulia, semakin terperbaiki, dan semakin berkedudukan di sisi Allah,

Inilah rumah tangga yang akan dijamin beruntung.


MEMBANGUN KELUARGA – visi 2

Oktober 5, 09

RUMAH TANGGA SEBAGAI PUSAT ILMU

Rumah tangga yg akan ditingkatkan derajatnya oleh Allah SWT, ternyata bukan rumah tangga yg memiliki kedudukan tinggi. Tak jarang kedudukan tinggi itulah yg menghinakan.

Tidak jarang pula kekayaan yg banyak akan membuat sebuah rumah tangga “dimiskinkan” oleh keinginan2, diperbudak dan dinistakan oleh apa yang dimiliki.

Ingat “Yarfa’illahul ladziina aamanu minkum, walladziina utul’ilma darajaat” (QS al-Mujaadilah:11). Ditinggikan oleh Allah org yg beriman dan berilmu beberapa derajat.

Artinya, sesudah memantapkan niat kita kpd Allah utk berumah tangga, maka kekayaan yg hrs kita miliki dalam berkeluarga adalah ILMU.

Barang siapa yg ingin dunia harus pakai ilmu. Ingin akhirat harus pakai ilmu, INGIN DUNIA DAN AKHIRAT  HARUS PAKAI ILMU.

Kegigihan sebuah rumah tangga dalam menuntut ilmu, kegigihan rumah tangga dalam memperkaya ilmu, kegigihan sebuah rumah tangga dalam meluaskan ilmu adalah kekayaan yg teramat berharga.

Karena org yg tdk punya ilmu spt org yg main film, main sinetron, tp tidak mengenal skenario.

Ibarat org yg memasuki rimba belantara tetapi tdk membawa peta. Seperti org yg masuk ke dalam lorong gua tanpa mengenali jalan2nya. Sepanjang harinya di penuhi oleh rasa was2. Sepanjang waktunya diselimuti oleh kegelisahan. Musibah dan fitnah akhirnya menjadi akrab dengan rumah tangga tsb.

Oleh karena itu, pastikan kekayaan kita adalah ILMU.

Pupuk iman adalah ilmu. Memiliki harta tapi kurang ilmu, malah kita akan menjadi “penjaga harta”. Kalau memiliki ilmu yang banyak maka ilmulah yang akan menjaga kita.

Harta dinafkahkan bisa habis, ilmu bila kita nafkahkan kian melimpah.

Oleh karena itu, pastikan agar anggota keluarga kita selalu sungguh2 utk mencari ilmu. Baik ilmu ttg hidup di dunia maupun ilmu akhirat.

Allah menjanjikan : Jikalau ALLAH CINTA kpd sebuah keluarga, cirinya ialah DIBUKAKAN HATI MEREKA UTK BELAJAR ILMU AGAMA.

Untuk itu :

  • Carilah majelis taklim (majelis ilmu), datangi dg sungguh2
  • Beli buku2 agama, jadikan perpustakaan mjd bagian penting dari hiasan rumah kita
  • Dengarkan radio,beli kaset,vcd, atau apa saja yg membuat kita semakin mengenal siapa Allah, bgm perjalanan menuju kepadaNya, dan bgm menyikapi hidup di jln yg disukai oleh Allah.

Percayalah, rumah tangga yg kurang ilmu adalah rumah tangga yg hanya akan akrab dg sikap emosi, jauh dari kearifan, dan hanya mengandalkan kekasaran, Padahal, rumah tangga semacam  ini kian hari akan selalu bertambah masalahnya,  kian hari bertambah kebutuhannya, dan bertambah potensi konfliknya.

Bagaimana mungkin segala yang bertambah disikapi dg ilmu yg tdk bertambah pula.

Maha suci Allah yg menjanjikan kemuliaan hanya bagi org yg beriman dan berilmu.