RUMAH TANGGA SEBAGAI PUSAT KEMULIAAN
Sebaik-baik di antara manusia adalah manusia yg paling banyak manfaaatnya. Maka demikian pula, sebaik-baik di antara keluarga adalah keluarga yg paling banyak manfaatnya.
Oleh karena itu, bulatkan tekad mulai saat ini, pastikan kita jadikan rumah tangga ini benar2 bagai cahaya matahari. Ia menerangi kegelapan, menumbuhkan bibit2, menyegarkan yg layu, selalu dinanti cahayanya, dan membuat gembira yg terkena tebaran cahayanya.
Kini, kita telah reguk kebahagiaan. Adalah zalim jikalau kebahagiaan ini tdk mjd kemuliaan bagi kedua orangtua kita.
Oleh karenanya, berjuanglah sekuatnya agar rumah tangga ini mjd kebanggaan bagi ibu-bapak kita. Agar rumah tangga ini menurunkan keturunan yg dpt mengangkat derajat orang tua kita.
Jadikan juga rumah tangga kita rumah tangga yg anggota keluarganya shaleh, yg doanya bisa mjd cahaya bagi kubur dan mjd syafaat di akhirat kelak.
Hati2, jangan biarkan rumah tangga kita mjd beban pikiran, beban perasaan atau mencoreng aib kedua orang tua kita. Na’udzubillahi min dzaliq.
Pastikan pula rumah tangga kita ini mjd rumah tangga yg mjd cahaya kebahagiaan, khususnya kpd ORANGTUA KITA.
Sembilan bulan kita menghisap darahnya di dlm perut. Keluar kita ke dunia bersimbah darah berkuah air mata. Dua tahun kita hisap air susunya. Puluhan tahun sampai saat ini kita hisap tenaga, keringat, air mata mereka. Mereka sampai rela berkorban nyawa mempertaruhkan hidupnya hanya untuk kita.
Termasuk di antara bakti kita kpd orangtua ialah bersungguh-sungguh mendidik keturunan kita, menjadikan mereka orang2 yg mulia, sehingga doainya bisa sampai, insya Allah pd kita2 ini.
Keluarga kita pun harus mjd contoh kebaikan bagi keluarga lain dan kerabat kita. Kita harus mjd contoh, shg tiada yg diucapkan ttg keluarga kita selain kebaikan, tiada yg ditiru selain kemuliaan, tiada yg diperbincangkan selain kehormatan. Subhanallah.
Selalu jadikan rumah tangga kita mjd contoh. Kalau kita belum bisa membagikan harta, kalau kita belum bisa membagikan kekayaan, maka bagikanlah contoh kebaikan dr rumah tangga kita. Sehingga setiap org yg habis bertamu ke rumah kita mendptkan ilmu, mendptkan wawasan, ttg bgm berumahtangga yg baik.
Tekadkan pula, agar rumah tangga kita bisa mjd jalan terkenyangkannya org2 yg lapar sebanyak-banyaknya, Bisa mjd jalan berpakaiannya org tak berbaju. Mjd tempat berteduh orang2 yg kepanasan dan kehujanan. Mjd tempat penyejuk bagi orang yg hidup dalam kegersangan.
Oleh karena itu, carilah nafkah sebanyak-banyaknya. Carilah rezeki sebanyak-banyaknya, dan tekadkanlah agar rezeki itu bertebaran dimana2. Rezeki, syariatnya dari kita, hakikatnya dari Allah.
Alangkah beruntungnya jikalau rumah tangga kita hidup bersahaja. Karena dr sana begitu banyak orang2 yg akan merasa tercukupi, yg merasa terpenuhi, hutang2 akan terlunasi. Allahu Akbar !
Cari terus dunia, agar kita bisa mjd jalan kemuliaan bagi makhluk2 Allah yg lain.
Selanjutnya, milikilah kedudukan yg setinggi-tingginya agar kita bisa mengakkan yg haq memberantas yg batil. Miliki pula kekuatan sekuat-kuatnya agar kita bis amjd jalan perlindungan Allah bagi orang2 yg lemah.
Jadikanlah diri kita mjd jln limpahan karunia Allah yg menyebar kpd makhlukNya. kalau kita mau menjalani ini dengan iklas, kita akan dpt hidup bersahaja dg melimpahnya karunia Allah kepda makhluk2Nya lewat diri kita.
Itulah sebaik-baik manusia, itulah sebaik-baik keluarga.
Percayalah, kita tidak akan terjamin dengan harta yang kita kumpulkan. Tapi kita akan terjamin dengan amal saleh yang kita lakukan, insya Allah. Kita tidak akan terjamin dengan orang-orang yang menjaga di sekitar kita tetapi kita akan terjamin jikalau kita lebih mampu menjaga banyak orang. Semakin banyak kita menolong, semakin banyak kita ditolong oleh Allah. Semakin kita malapangkan urusan orang, semakin urusan kiat dilapangkan oleh Allah.
Memang tidak ada yang pernah tertukar. Seseorang tidak mendapatkan dari apa yang diharapkan, tapi orang akan mendapatkan lebih banyak dari kebaikan yang bisa ia lakukan. “Fa man ya mal mitsqala dzarratin khayran yarah, wa man ya mal mitsqala dzarratin syarran yarah” (QS al-Zalzalah [99]: 7-8). Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia aakn melihat (balasan)nya. Dan barang siapayang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan (melihat)nya pula.
Semoga Allah yang Maha Menatap dan Memperhatikan menggolongkan rumah tangga kita ini menjadi rumah tangga yang penuh barokah, rumah tangga yang menjadi jalan kemuliaan di dunia dan jalan kesejahteraan di akhirat.
Amiin ya Allah ya rabbal’ aalamiin.